Selamat Datang di Situs Resmi Pengadilan Negeri Banjarbaru Kalimantan Selatan

Change Language / Ganti Bahasa

 

INFORMASI TERBARU

Banjarmasin | pt-banjarmasin.go.id Segenap Jajaran 4 Lingkungan Peradilan di Wilayah Kalimantan selatan dan Kalimantan Tengah mengikuti Pembinaan Teknis dan Administrasi Justisial yang diberikan oleh Bapak DR. H. M. Hatta Ali, SH. MH. Ketua Mahkamah Agung bersama para pimpinan MA, Sabtu (12/04/2014) di Hotel Novotel Banjarmasin.  Peserta yang hadir berjumlah 170 Peserta yaitu KPT, KPTA, Hakim Tinggi,Ketua, Wakil ketua, Hakim, Panitera/Sekretaris pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama pada 4 (empat) Lingkungan Peradilan se-wilayah hukum Kalimantan selatan dan Kalimantan Tengah. Dalam Pembinaannya, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali menyinggung seluruh problematika peradilan yang sering mengemuka, dari persoalan hukum acara hingga cara hakim berpakaian.

PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN WAKIL KETUA PENGADILAN NEGERI BANJARBARU

pn-banjarbaru.go.id

Banjarbaru, 3 April 2014 bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Banjarbaru dilaksanakan kegiatan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru Bapak Hasanur Rahmansyah Arif,SH.M.Hum Sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru

Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru Bapak Hasanur Rahmansyah Arif,SH.M.Hum Menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan negeri Pelaihari

HAKIM JUGA MANUSIA

Jakarta-Humas: Hakim bukanlah jabatan main-main karena hakim jabatan suci, mereka adalah wakil Tuhan di bumi ini. Mereka kaki tangan Tuhan dalam menentukan benar dan salah perbuatan manusia di bumi. Untuk itu hakim dilarang melakukan perbuatan tercela atau bahkan melakukan perbuatan yang mendekatkan kepada kesan tercela. Hakim harus menjaga integritas. Tugasnya sebagai hakim bukan hanya untuk mencari materi tetapi tugas itu juga harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan tentu saja kepada Tuhan.

Meskipun begitu hakim bukanlah malaikat. Hakim tetap manusia yang di dalam dirinya berkolaborasi sifat setan dan sifat malaikat. Komponen yang saling berseberangan ini melengkapi satu sama lain dalam eksistesi manusia. Dualisme tersebut kadang membuat hakim yang juga manusia pernah secara sadar atau tidak sadar melakukan perbuatan yang mendekati kesan tercela atau bahkan melakukan hal tercela itu sendiri.
Bagaimana jadinya jika hakim sang penentu putih dan hitam berbuat perbuatan-perbuatan tercela. Apakah mereka masih layak menjadi hakim atau tidak.